.............................. welcome in mai blog _^ ..............................

Rabu, 20 Juli 2011

Cerpen : " SELAMANYA MENCINTAIMU "


Apa kalian percaya cinta pada pandangan pertama ??

Apa kalian percaya pada takdir ??

Apa kalian percaya jika cinta itu dapat menguatkan apapun bila kita berani berkorban ??

Mungkin aku adalah orang paling frustasi di dunia ini, mungkin juga aku adalah orang paling bahagia di dunia ini, atau aku adalah orang paling menyedihkan.

Cerita ini dimulai dari pertama kali aku mengenal Amanda, dia perempuan yang sangat sempurna (sebagai manusia) dia sangat indah dimataku, dia selalu membaluti tubuhnya dengan pakaian yang sangat sopan, tidak pernah aku melihatnya berpakaian seperti perempuan yang sering aku lihat setiap kali aku masuk dalam kereta,bus,pinggir jalan,kantor bahkan coffe shop. Amanda tidak pernah mengenakan baju berlengan pendek dan rok yang berpotongan mini, mungkin ini adalah nilai plus untuknya.

Suatu hari aku memberanikan diri untuk berkenalan, tanpa disangka dia sangat menyenangkan, sangat ramah dan bukan type perempuan pemalu dan takut gemuk (aku senang melihat perempuan yang bisa menjaga tubuhnya tapi tidak takut makan, intinya tidak perlu diet).

Dari proses perkenalan itu, kami menjalin cinta kami selama satu tahun, kemudian aku melamar Amanda dengan cara yang aku baca dari sebuah buku.


**Saat itu aku mengajak Amanda kesebuah taman bunga, musim semi membantu aku menambah suasana menjadi lebih menarik, dimana semua bunga bermekaran dan berwarna warni. Aku mengajak Amanda kesebuah lingkaran air mancur ditengah taman, aku menatapnya lekat lalu aku meminta Amanda untuk memilih Bunga yang paling ia suka dan aku memetiknya, setelah Amanda menerimanya ia terkejut karena Amanda mendapati sebuat cincin melingkar ditangkai bunga, aku kemudian berjongkok.

MAU KAH KAMU MENIKAH DENGAN KU?

Saat itu Amanda menarik tubuhku dan memelukku sangat erat sambil berteriak..

AKU SANGAT MENCINTAIMU!! AKU MAU ANDRE, AKU MAU MENIKAH DENGANMU..!!!

Aku melepaskan pelukan Amanda dan menciumnya.

**
Saat ini kami sudah resmi dan sah menjadi suami istri, kami hidup bahagia dan kebahagiaan kami makin bertambah ketika, kami tahu bahwa setelah 1 bulan kami menikah, Amanda HAMIL. Kami akan menjadi orangtua yang paling bahagia.

Saat Amanda hamil yang ke tiga bulan, Amanda sangat sibuk dengan pekerjaannya, dia adalah designer terkenal, dan aku sangat bangga melihatnya bekerja sangat semangat. Sedangkan aku harus keluar kota karena harus dinas kerja, aku terpaksa harus meninggalkan istriku yang sedang hamil.

Saat aku dinas diluar kota, teman-teman kerjaku selalu mengajak aku tiap malam untuk masuk kedalam bar, aku mengikuti mereka. Saat itu kejenuhan memang sedang kualami, istriku tidak dapat kuhubungi seharian “mungkin dia sangat sibuk” dan aku hanya menikmati yang ada dihadapanku, gadis berpesta, gadis penari dan melihatkan seluruh tubuhnya dihadapanku. Saat itu aku ingin sekali keluar dari ruangan itu, tapi nafsuku yang begitu kuat menahanku untuk tetap menikmati semuanya, aku mabuk dan aku tidur dengan 2 gadis malam itu yang ku dapati tidur bersamaku didalam hotel tempat aku menginap. Aku khilaf dan ketakutan “aku sudah menikah, dan aku lebih takut saat melihat handphone ku pagi itu ada “panggilan tak terjawab” sebanyak 21 kali. Aku langsung menelfon Amanda dan minta maaf, aku bilang pada Amanda bahwa aku terlalu letih, dan aku merahasiakan kejadian ini dari Amanda.

Dua hari kemudian Amanda menjemputku di bandara dengan penuh binar cinta dari matanya, Amanda memelukku sangat erat sambil berbisik “I miss you so much baby” aku tersenyum dan ku balas mencium bibirnya “I miss you too darling”. 

Sesampainya dirumah aku melihat ruangan penuh dengan bunga, dan semua sudah tertata rapi, kamar kami sangat harum. Amanda masuk ke kamar mandi, beberapa menit kemudian ia keluar dengan baju tidurnya yang tipis, Amanda memelukku dari belakang, menciumiku dan.. aku menghentikannya “sayang jangan hari ini” Amanda terlihat kecewa, namun Amanda langsung mengerti lalu ia beranjak ketempat tidur dan hanya memperhatikan aku yang hendak berganti pakaian. “jujur aku masih terfikir kejadian malam di bar itu dan tentunya di kamar hotel”.

**
waktu telah berlalu, hari ini aku di depan ruang bersalin, menunggu istriku Amanda melahirkan anak kami. Aku sangat cemas, kuremas-remas tangan dan kepalaku sambil jalan bolak-balik didepan pintu ruangan bersalin, aku menunggu dan terus menunggu sampai aku mendengar pintu dibuka dan suster menyuruh aku masuk “Amanda meminta aku menemaninya”.

Aku melihat Amanda tengah mengerang kesakitan, aku langsung memegangi tangannya dengan erat. Dan AAAAArrrrgggghhhhh!!!! Teriakan Amanda sangat panjang dan menggema dalam ruangan itu, disertai tangisan bayi mungil kami yang cantik, anak kami perempuan, sangat..sangat..cantik. Amanda menghela nafas lega.

**
setelah pulang kerumah, keluarga kami telah menyambut kebahagian ini dengan sangat bahagia, orangtua kami sangat senang melihat cucunya “Dinda” (nama anak kami) yang cantik dan mungil. Kami pun turut bahagia, lengkap sudah keluarga kami saat ini.

Hari berganti, bulan berlalu begitu cepat, tahun berganti dan saat yang mengejutkan itu datang, setelah aku membuka laptop diruang kerjaku, sebuah email masuk dari seseorang yang tidak aku kenal.


from : xrlslove*******.***.com

Dear Andre,

Apakah kamu masih ingat padaku? Kita pernah tidur bersama di hotel sepulang dari bar ###, apa kamu ingat? Aku Elena, jujur saat sepulang dari hotel aku sangat menyesal, rasanya tak ingin aku melepasmu.. aku ingin memiliki hubungan yang serius denganmu, aku jatuh cinta pada pandangan pertamaku. Jujur aku sudah lama sekali mencari alamat email mu, setidaknya aku tidak salah mengirim surat ini, aku harap kamu akan membalas email ini dan kita akan segera bertemu.

Yang mencintaimu Elena.

Entah apa yang harus kulakukan saat itu, kejadian itu kembali merasuki pikiranku setelah 4 tahun lamanya. Aku hendak membalas email itu dengan maksud ingin minta maaf dan mengatakan diantara kami tidak ada hubungan apapun, tetapi sebelum aku membalasnya, Amanda sudah berdiri dengan wajah pucat didepan ku, aku langsung menutup laptopku.

Amanda meminta aku mengantarkannya kerumah sakit, selama diperjalanan (dalam mobil) Amanda yang duduk sambil memangku Dinda selalu menghapus darah yang keluar dari hidungnya, aku tak enak bicara banyak pada Amanda karena aku takut anak kami khawatir melihat ibunya.

Sesampainya di Rumah sakit, Amanda langsung mendapatkan penanganan cepat dari tim medis, Amanda diperiksa, lalu dokter meminta aku keruangannya. Aku menitipkan Dinda pada suster penjaga.

**
di ruangannya dokter bilang, “Istri anda mengalami kanker otak.. sebenarnya nyonya Amanda sudah tahu pak. Apa istri anda tidak memberitahu anda?”dan aku sangat terkejut saat itu, tak sepatah katapun keluar dari mulutku.

Aku masuk keruang rawat Amanda, aku hanya memandanginya. Amanda menangis sambil meminta maaf padaku, aku masih terdiam tak bicara padanya, sulit sekali aku menerima kenyataan ini, karena selama ini aku tidak pernah mengetahuinya dan Amanda menutupi penyakitnya dari aku.

**
Aku merawat Amanda selama tiga bulan penuh, dan aku lihat perkembangan Amanda makin membaik walaupun rambutnya lama-lama menipis karena rontok.

Hari itu di rumah sakit aku keluar dari ruangan Amanda hendak keluar untuk membeli minuman, aku melihat perempuan muda berjalan kearahku dengan senyuman, perempuan itu adalah Elena. Elena bilang dia nekat mencari aku, dengan cemas aku mengajak Elena keluar jauh dari rumah sakit. Kami pergi ke sebuah kafe dekat rumah sakit, aku bicara pada Elena bahwa aku memiliki istri dan anak, aku juga bilang saat ini Amanda sedang sakit dan aku sangat mencintai Amanda. Untunglah Elena bisa mengerti dan menerima semuanya, namun Elena tidak berhenti, Elena justru bilang “aku mencintaimu, jika kamu membutuhkan aku..hubungi aku” Elena menulis alamatnya disecarik kertas, memberikannya padaku lalu pergi begitu saja.

**

Waktu terasa berjalan sangat cepat, aku melihat Dinda tumbuh menjadi anak yang sangat manis dan mengenakan seragam sekolah, untuk pertama kalinya Dinda sekolah TK, aku mengantar Dinda ke sekolah dan setelah itu aku menjemput Amanda yang sudah dipersilahkan pulang dari Rumah Sakit.

Amanda meminta untuk dirawat dirumah, karena dia tak nyaman lagi dengan suasana rumah sakit. Dan aku selalu setia menemani Amanda, memandikannya setiap pagi, menggunting kukunya setiap minggu, menggendongnya ke taman saat ia ingin melihat bunga dan membacakan buku saat ia hendak tidur. Dan setiap malam setelah Amanda tidur, aku selalu keluar untuk bertemu dengan Elena, aku menjalin hubungan dengan Elena dibelakang Amanda, perempuan yang kucintai, bisa dikatakan aku selingkuh.. tetapi ini karena aku tidak ingin menyakiti Amanda, karena aku tahu Amanda hanya bisa mengerang kesakitan dan tidur ditempat tidur, Amanda yang sekarang adalah Amanda yang lemah, namun aku selalu mencintainya. Aku tahu aku sangat salah, aku sangat berdosa tetapi aku tak punya pilihan, aku sangat butuh Elena saat itu.

**
Empat bulan kemudian, aku mendapati Amanda sudah benar-benar terbaring lemah di pagi hari, dokter tengah memeriksa tubuhnya yang sangat kurus, aku memegangi tangannya yang terkulai lemas. Lalu dokter keluar kamar sambil memintaku ikut keluar, namun sebelum aku keluar Amanda menahanku lalu memberikan aku amplop surat dan dia tersenyum, senyum yang sangat indah. Dinda membaringkan kepalanya di dada Amanda, Amanda mengelus Dinda dengan penuh cinta, lalu aku beranjak keluar kamar sambil masih memegang amplop itu.

Aku menemui dokter didepan kamar, sebelum dokter bicara pada ku, aku mendengar teriakan Dinda memanggil-manggil Amanda.. “mama…mama.. mama..” aku dan dokter bergegas masuk kedalam kamar.

Aku terlambat. Aku tak ada disamping istriku saat ia menghembuskan nafas terakhirnya. Amanda meninggal dengan senyuman damai diwajahnya, aku merengkung Dinda dalam pelukanku, namun aku tak bisa menahan tangisku, ku peluk istriku dengan sangat erat dan kuciumi wajahnya dengan penuh air mata.
Seminggu setelah Amanda meninggal aku ingat akan amplop yang diberikan Amanda, lalu ku buka amplop berisi surat dan kubaca.


Suamiku tersayang, Andre yang sangat kucintai.

Aku tahu saat kamu membaca surat ini aku tidak ada lagi disampingmu, namun aku selalu berada dihatimu, aku tidak pernah mati, karena cintaku kepadamu tidak pernah mati selamanya.

Sayang, entah dari mana aku harus memulai tulisanku, tetapi aku hanya ingin kamu tahu bahwa apapun yang kamu lakukan diluar sana, aku mengetahui semuanya, aku tahu saat aku menelfonmu dan kamu beralasan letih dengan pekerjaanmu padahal malam itu kamu mabuk dan kamu telah tidur dengan Elena, bahkan saat aku sakitpun kamu telah berpacaran dengan Elena, aku tidak menyalahkanmu sayang, aku telah memaafkan kesalahanmu, aku tahu keadaan yang membuat kamu memilihnya. 


aku hanya ingin kamu selalu menjaga Dinda anak kita. Dia adalah buah cinta kita yang kita inginkan dengan sebuah cinta yang sangat besar, didiklah Dinda untuk menjadi gadis yang sangat baik dimata manusia maupun dimata Tuhan. Tolong jangan pernah kamu sakiti hati Dinda dan mengecewakannya, karena itu akan membuat aku menangis.

Titipkan salamku untuk Elena, dia sangat mencintaimu, dia sering mengirimkan bunga saat aku dirawat dirumah sakit, dan aku mohon maaf jika aku lancang telah membaca semua emailmu.

Istrimu yang selalu dan selamanya mencintaimu.
Amanda.

aku menangis terharu membaca surat dari Amanda, tak kusangka dia begitu sabar dan tetap  mencintaiku walaupun telah mengetahui suaminya tidur dengan perempuan lain.  Oh Amanda maafkanlah aku, aku telah menyakitimu, aku sungguh menyesal. aku mencintaimu selamanya Amanda ...

***
Kini Dinda sudah tumbuh menjadi gadis dewasa dan cantik dan aku sudah berdiri dihadapannya yang tengah mengenakan gaun pengantin yang sangat indah. Aku membesarkan Dinda seorang diri, kutinggalkan kenanganku bersama Elena yang kini kudengar sudah hidup bahagia dengan keluarganya, dan aku sangat bahagia karena berhasil membesarkan Dinda dengan penuh cinta.

Aku percaya Amanda tidak pernah menangis, karena aku mencintai Dinda melebihi cintaku pada Amanda, Dinda segalanya untukku. Dan saat ini adalah hari terberat untukku karena harus melepaskan Dinda pada calon suaminya, aku harap calon suaminya adalah lelaki yang baik, bukan seperti aku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar